UTS_PAGE_AULIA PURNAMA SARI(25TI048)

Rakyat Dompu Demo Besar-besaran Tuntut Bandar Narkoba Ditangkap

Demo berantas Narkoba, Dompu: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memberi apresiasi dan mendukung penuh Gerakan aksi damai yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Narkoba (Aman).

Aksi yang mendukung pemberantasan narkoba dari Bumi Nggahi rawi Pahu ini, dilakukan oleh Aman bersama 110 elemen masyarakat Kabupaten Dompu.

Lebih ironis lagi, kata Rois Suriyah PCNU Kabupaten Dompu ini, narkoba di Kabupaten Dompu, sudah merambah anak usia sekolah dasar.

Tidak hanya berupa Gerakan, MUI juga mendorong pemerintah daerah membentuk tim atau satgas pemberantasan narkoba.

MUI, dalam setiap kesempatan selalu turun ke masyarakat, terutama ke pelajar-pelajar, untuk mensosilasisasikan bahaya laten Narkoba.

ompu – Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu untuk menetapkan status darurat narkoba. Tuntutan itu disampaikan ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Narkoba (AMAN) saat menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD Dompu.

“Kami menuntut dan mendesak agar DPRD bersama dengan Pemda Dompu menetapkan status darurat narkoba,” ujar Koordinator Umum AMAN, Rocky, saat aksi di depan kantor DPRD Dompu, Rabu (8/1/2025).

Para pendemo juga mendesak pemerintah daerah agar membentuk tim terpadu untuk menangani masalah narkoba. Selain itu, mereka mendesak Kapolda NTB untuk membentuk tim pencari fakta tentang keterlibatan aparat kepolisian dalam jaringan narkoba di Dompu

.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumbawa Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa, pada hari Selasa (02/09/2025). Aksi ini menyuarakan sejumlah tuntutan terkait isu nasional dan daerah, dengan perhatian khusus terhadap kinerja kepolilisian.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti kasus penyalahgunaan narkotika di Sumbawa. Mereka mendesak agar Polres Sumbawa serius dan tuntas dalam memberantas peredaran narkoba, serta menindak tegas oknum anggota kepolisian yang bertindak di luar prosedur.

Sebanyak 12 pelajar SMP-SMK yang terkonfirmasi positif mengonsumsi narkoba saat kericuhan demonstrasi di Sukabumi pada Senin (1/9) lalu, kini menjalani rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka akan mengikuti program rawat jalan dengan delapan kali pertemuan.

“Karena mereka terkonfirmasi positif mengonsumsi obat keras terbatas, maka langkah yang tepat adalah rehabilitasi. Nanti ke-12 anak ini akan diserahkan ke BNN untuk kepentingan asesmen lebih lanjut,” ujar Kasat Narkoba, Kamis (4/9/2025).

Sebelum diserahkan ke BNN, pihak kepolisian telah memanggil orang tua, guru, serta perwakilan RT dan RW dari para pelajar tersebut. Dalam pertemuan itu, aparat kepolisian memberikan penjelasan mengenai bahaya narkoba bagi generasi bangsa.

“Penyuluhan tersebut bertujuan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari, terutama di kalangan pelajar,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa para remaja tersebut positif benzo, dengan satu orang positif sabu & benzo, dan satu orang lainnya positif THC. Mereka mengaku mendapatkan obat keras terbatas saat berlangsungnya aksi demonstrasi.

Temuan ini menambah kekhawatiran aparat bahwa demonstrasi dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan narkoba kepada generasi muda.

Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa bahaya narkoba dan obat keras terbatas kini mulai menyusup hingga ke ranah aksi massa.