UTS_PAGE_SUMASNI25TI066

Banjir badang menerjang wilayah Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/1/2026)

Banjir terjadi mengakibatkan 36 unit rumah hanyut, dan sebuah pagar mesjid rusak. Selain itu, banjir juga telah merusak lahan pertanian lebih kurang 50 Ha, hingga saluran irigasi mengalami kerusakan berat sepanjang 50 meter.

Adapun jumlah KK yang terdampak banjir di kecamatan Hu’u yakni, Dusun Daha Barat sebanyak 105 kk, Dusun Sori Rewa 85 kk, Dusun Asi Peke 50 kk.

Selanjutnya, di Dusun Daha Timur sebanyak 40 kk, Dusun Tolo Ndaja 80 kk, Dusun Tolo Rodi 63 kk, dan Dusun Fo’o Kompo 20 kk.

Banjir disebabkan karena tingginya curah hujan, dan banyak lahan tandus akibat penebangan liar yang menyebabkan penyerapan air tanah berkurang.

Selain itu, banyaknya penumpukan sampah dan sedimen di area aliran sungai yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan aliran air sungai.

Sedangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu melakukan penangan awal kepada korban terdampak banjir dengan mendistribusikan logistik serta penyaluran air bersih.

BPBD menyiagakan personil untuk mengantisipasi kejadian-kejadian lain yang sewaktu-waktu akan terjadi. (YIDP)

Dompu – Banjir badang menerjang wilayah Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/1/2026) sore. Mayat seorang anak kecil ditemukan di antara tumpukan kayu yang terbawa banjir.

Anak kecil itu diketahui telah meninggal dan dimakamkan beberapa waktu lalu. Jasad anak itu diduga terseret derasnya arus setelah tempat pemakaman umum diterjang banjir bandang. Mayat tersebut ditemukan oleh warga setempat saat genangan air berangsur surut.

di Desa Rasabou, sebanyak 31 rumah warga terendam banjir dengan jumlah 124 jiwa. Kemudian dua unit rumah roboh pada bagian tembok. Ketinggian air mencapai 50-80 cm. Sementara di Dusun Sigi, sebanyak 27 rumah warga terendam yang dihuni 108 jiwa.

Selanjutnya di Dusun Sandang Pangan Desa Daha, Kecamatan Hu'u sebanyak lima rumah warga atau 20 jiwa yang terendam banjir dengan ketinggian air 30-50 cm dan satu kios jebol.

Hujan deras disertai kilat dan angin kencang yang berlangsung sekitar dua jam di Dompu menyebabkan banjir bandang dan meremdam pemukiman warga di Kecamatan Hu’u, Pajo serta Kecamatan Kilo, Rabu (7/1/2026) sore. Wilayah Kecamatan Hu’u menjadi daerah terparah akibat banjir bandang.

Dompu, NTB (ANTARA) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah didampingi Bupati Dompu, Kader Jaelani meninjau secara langsung lokasi banjir di Desa Daha, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Senin.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana banjir, longsor dan angin kencang yang kapan saja bisa terjadi. Karena mengingat curah hujan akhir-akhir ini semakin tinggi.

“Masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan akan bencana akibat curah hujan yang begitu tinggi di musim ini,” ujarnya.

Selain meninjau lokasi banjir, orang nomor satu di NTB itu juga menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir di antaranya, mie instan 100 dus, air mineral 35 dus, terpal 50 buah, selimut 50 buah, paket sandang 25, family kit 10 buah, perlengkapan bayi 5 buah, paket kebersihan 5, baju SMU 7 lusin, BH 45 potong, tikar 5 lembar dan masker kain 2.000 buah.